Berbicara pada peluncuran tersebut, Salma Niazi, Pemimpin Redaksi The Afghan Times, menyerukan masyarakat di seluruh dunia untuk mendukung perempuan Afghanistan dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan hak dan martabat di bawah pemerintahan Taliban.
“Kami mengajak semua orang untuk meluangkan waktu sejenak guna merenungkan resiliensi, keberanian, dan perjuangan perempuan Afghanistan, yang suaranya sering kali dibungkam, namun kekuatannya terus menginspirasi dunia,” kata Niazi.
“Ini adalah seruan untuk mengingat, memperkuat, dan menyatakan solidaritas. Perjuangan yang digambarkan di sini bukanlah sesuatu yang jauh; ini mendesak dan menuntut perhatian kita. Kesadaran adalah kekuatan, dan setiap percakapan yang dipicu oleh halaman-halaman ini adalah sebuah langkah menuju keadilan.”
Edisi khusus The Afghan Times dan IUF Asia/Pasifik setebal 133 halaman ini mengumpulkan kesaksian langsung dari perempuan Afghanistan yang terus melawan penindasan, menentang larangan pendidikan, dan memperjuangkan kebebasan fundamental meskipun menghadapi pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Taliban.
Sistem Penindasan
Dr. Muhammad Hidayat Greenfield, Sekretaris Regional IUF Asia/Pasifik, menggambarkan upaya sistematis Taliban untuk menghapus perempuan dari kehidupan publik:
“Dalam tiga tahun tujuh bulan sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021, terdapat puluhan kebijakan, keputusan, arahan, dan peraturan baru di tingkat nasional dan provinsi yang dirancang untuk menyingkirkan perempuan dari setiap aspek kehidupan publik. Tujuannya adalah mengurung perempuan di dalam rumah mereka, agar tidak terlihat dan tidak terdengar di masyarakat. Setiap undang-undang, keputusan, atau peraturan baru ibarat jeruji besi dan gembok lain, yang ditambahkan ke dalam kurungan yang memenjarakan perempuan dan anak perempuan.”
Dr. Greenfield mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan:
“Sama seperti perempuan yang menolak untuk dibungkam di Afghanistan, kita juga tidak boleh tinggal diam di tingkat internasional. Harapan perempuan di Afghanistan, sebagaimana tercermin dalam kisah-kisah penuh keberanian ini, harus disambut dengan solidaritas internasional. Keberanian mereka dan rasa kemanusiaan kita menuntut hal ini.”
Suara untuk Perempuan Afghanistan
The Afghan Times terus menjadi suara utama dalam perjuangan hak-hak perempuan Afghanistan. Publikasi ini mempunyai wartawan anonim di Afghanistan, yang bekerja dengan risiko besar untuk mendokumentasikan kenyataan di lapangan.
Melalui Locked Room: Afghan Women’s Voices, The Afghan Times dan IUF Asia/Pasifik bertujuan untuk memastikan bahwa kisah-kisah perempuan Afghanistan didengar, perjuangan mereka diakui, dan seruan mereka akan keadilan dijawab.
Klik Tautan dibawah untuk ebook